STUDI KEMAMPUAN PEMBEBANAN MAKSIMUM SISTEM INTERKONEKSI SUMBAGSEL

Asdian -, Lukmanul Hakim, Endah Komalasari, Herri Gusmedi

Abstract


Sistem tenaga listrik merupakan sistem interkoneksi antara pusat pembangkit, transmisi dan beban.
Apabila terjadi gangguan pada salah satu sistem karena adanya beban lebih dan ketidakstabilan tegangan,
akan berpengaruh ke sistem yang lain, maka perlu ada upaya untuk mencegah terjadinya gangguan
tersebut. Salah satunya dengan mengetahui kemampuan pembebanan maksimum setiap beban agar
kestabilan sistem dapat tetap terjaga dan dapat meminimalisir terjadinya pemadaman listrik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi bus-bus beban yang mendekati batas operasi yang diijinkan berdasarkan
nilai λ dalam sistem interkoneksi Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Simulasi dilakukan dengan
menggunakan Predictor - Corrector Method Continuation Power Flow untuk mendapatkan nilai λ dalam
sistem tersebut. Dari hasil simulasi yang dilakukan, diperoleh nilai titik operasi dan titik jatuh dalam
setiap beban sistem.


Kata kunci : kemampuan pembebanan maksimum, bus-bus beban, titik jatuh

 

An electric power system interconnection system is among a plant, transmission and load. In the
event of disruption in one system due to overload and voltage instability, will affect other systems, it is
necessary to attempt to prevent the occurrence of such disorders, one of them by knowing the maximum
loadability of each load for voltage stability and minimalize cut off an electric. This study aimed to
identify the load buses are approaching the limit of allowable operations based on the value of λ in the
system interconnection South of Sumatera (Sumbagsel). Simulation is done using Predictor - Corrector
Method Continuation Power Flow to obtain the value of λ in the system. From the simulation results, the
value of the operating point and point load falls within any system.
Keywords : maximum loadability, load buses, point load falls
1. PENDAHULUAN

Pada saat ini, kebanyakan sistem tenaga listrik
sudah merupakan sistem interkoneksi antara satu
pusat pembangkit dengan pembangkit lainnya
dengan harapan apabila salah satu dari pusat
pembangkit atau saluran transmisi mengalami
gangguan maka pasokan tenaga listrik tetap dapat
berjalan. Di sisi lain, interkoneksi sistem tenaga
listrik juga mempunyai beberapa kelemahan.
Salah satu kelemahannya adalah apabila terjadi
gangguan pada salah satu sistem karena adanya
beban lebih dan ketidakstabilan tegangan, akan
berpengaruh ke sistem yang lain. Gangguan yang
pada awalnya bersifat sementara dan terjadi pada
bagian si


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.