ANALISIS KEJADIAN HUJAN ES MENGGUNAKAN RADAR CUACA DAN SATELIT HIMAWARI-9 (STUDI KASUS: KABUPATEN KARANGANYAR 21 MARET 2025)

  • Rica Azzura Maldina
    STMKG
DOI: https://doi.org/10.23960/jitet.v14i3.10763
Keywords Awan Cumulonimbus; Cuaca Ekstrem; Himawari-9; Hujan Es; Radar Cuaca
Abstract Views (Last 12 Months)
4 Abstract Views
3 Downloads

Abstract

Hujan es merupakan salah satu fenomena cuaca ekstrem yang relatif jarang terjadi di wilayah tropis, namun berpotensi menimbulkan kerugian material dan gangguan aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kejadian hujan es di Kabupaten Karanganyar pada 21 Maret 2025 menggunakan data radar cuaca dan satelit Himawari-9. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif melalui analisis produk radar cuaca CMAX, VCUT, VIL dan ZHAIL serta analisis suhu puncak awan dan indeks labilitas atmosfer dari satelit Himawari-9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel konvektif berkembang dari fase tumbuh pada pukul 08.40 UTC dan mencapai fase matang pada pukul 09.10 UTC. Pada fase matang, nilai reflektivitas maksimum mencapai 65 dBZ, nilai VIL sekitar 55 kg/m², dan probabilitas hujan es pada produk ZHAIL melebihi 80%. Analisis VCUT menunjukkan adanya struktur Overhang Echo (OE) dan Three Body Scatter Spike (TBSS) yang mengindikasikan keberadaan updraft kuat dan partikel es berukuran besar di dalam awan. Sementara itu, suhu puncak awan menurun signifikan pada fase matang, yang menunjukkan pertumbuhan awan cumulonimbus yang tinggi dan tebal. Nilai indeks labilitas atmosfer menunjukkan kondisi atmosfer yang cukup labil dan mendukung perkembangan konveksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi data radar cuaca dan satelit Himawari-9 efektif untuk mengidentifikasi karakteristik awan cumulonimbus penyebab hujan es serta mendukung upaya pemantauan dan peringatan dini cuaca ekstrem.  

Downloads

Download data is not yet available.

References

H. Antarissubhi, R. Serang, J. Leda, G. L. Salamena, G. E., Pagoray, S. Gusty, and A. & Safar, Krisis Iklim Global di Indonesia (Dampak dan Tantangan). Tohar Media, 2023.

BMKG, Peraturan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Penyebarluasan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem. Jakarta: BMKG, 2022.

F. K. Lutgens, E. J. Tarbuck, and R. L. Herman, The Atmosphere: An Introduction to Meteorology (Fourteenth Edition), Fourteenth. Pearson, 2018.

H. R. Pruppacher and J. D. Klett, Microphysics of Clouds and Precipitation (Second revised and expanded edition with an introduction to cloud chemistry and cloud electricity), vol. 284, no. 5751. Springer, 2010. doi: 10.1038/284088b0.

R. M. Putra and N. A. Rani, Sekilas Radar Cuaca Dilengkapi Pengolahan Data Radar Cuaca. Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, 2019.

S. Prasetyo, S. Abdillah, I. R. Nugraheni, and N. Sagita, “Studi Awan Konvektif Penyebab Hujan Es Menggunakan Radar Cuaca Doppler Single Polarization di Bogor (23 September 2020),” J. Apl. Meteorol., vol. 1, no. 1, pp. 32–42, 2022, [Online]. Available: https://stmkg.balai2bmkg.id/index.php/jam/article/view/17%0A

B. Mason, The Physics of Clouds. Oxford University Press, 1971.

E. Diniyati, D. Q. Syofyan, and A. Mulya, “Analisis Hujan Es di Kabupaten Ngawi Berdasarkan Citra Satelit Himawari-8 dan Data Reanalisis Copernicus ECMWF,” J. Geogr. Media Inf. Pengemb. dan Profesi Kegeografian, vol. 18, no. 2, pp. 69–75, 2021, doi: 10.15294/jg.v18i2.28010.

C. D. Ahrens and R. Henson, Meteorology Today: An Introduction to Weather, Climate, and the Environment (Edition 12). Boston: Cengange Learning, 2018.

D. Sucahyono and K. Ribudiyanto, Cuaca dan iklim ekstrim di Indonesia. Penerbit Puslitbang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, 2013.

R. E. Rinehart, Radar for Meteorologists or You, too, can be a Radar Meteorologist Part III (Second Edition). Center for Aerospace Sciences University of North Dakota, 1991.

Leonardo, Gematronik Weather Radar Systems. Germany: Software Manual Rainbow 5, 2018. [Online]. Available: www.de.selex-es.com

K. Bessho et al., “An introduction to Himawari-8/9 — Japan’s New-Generation Geostationary Meteorological Satellites,” J. Meteorol. Soc. Japan, vol. 94, no. 2, pp. 151–183, 2016, doi: 10.2151/jmsj.2016-009.

B. Tjasyono, Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: Institut Teknologi Bandung, 2004.

R. Stull, Practical Meteorology: An Algebra-based Survey of Atmospheric Science. 2017.

V. B. R. Dodla, Numerical Weather Prediction. Routledge. Routledge, 2023.

H. Christianto, A. C. Lalang, and J. B. Selly, Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Media Sains Indonesia, 2022.

J. . Gamache and R. A. Houze, “Mesoscale Air Motions Associated with a Tropical Squall Line,” Dep. Atmos. Sci. Univ. Washington, Seattle, 1981.

D. H. Kitzmiller, W. E. McGovern, and S. R. E, “The WSR-88D Severe Weather Potential Algorithm,” Weather Forecast., vol. 10, no. 1, pp. 141–159, 1995.

L. A. T. Machado, W. B. Rossow, R. L. Guedes, and A. W. Walker, “Life Cycle Variations of Mesoscale Convective Systems over the Americas,” Mon. Weather Rev., vol. 126, pp. 1630–1654, 1998.

S. Wirjohamidjojo and Y. S. Swarinoto, Indeks dan Peredaran Atmosfer Tropik. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, 2014.

Cover
Published
2026-08-13
How to Cite
Maldina, R. A. (2026). ANALISIS KEJADIAN HUJAN ES MENGGUNAKAN RADAR CUACA DAN SATELIT HIMAWARI-9 (STUDI KASUS: KABUPATEN KARANGANYAR 21 MARET 2025). Jurnal Informatika Dan Teknik Elektro Terapan, 14(3). https://doi.org/10.23960/jitet.v14i3.10763