ANALISIS PERGESERAN DAN REGANGAN WILAYAH LAMPUNG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS EPISODIK TAHUN 2018-2019

Meylia Sinta Salsabila, Eko Rahmadi, Romi Fadly

Abstract


Lampung berdekatan dengan pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, menyebabkan terbentuknya zona subduksi di Pesisir Lampung. Selain itu, Lampung dilalui“The Great Sumatran Fault”, Sesar Tarahan dan sesar kecil lainnya membuat wilayah Lampung rawan akan aktivitas geodinamika. Tsunami yang melanda wilayah Lampung, gempa tektonik yang menimbulkan korban jiwa, serta aktivitas vulkanisme yang tinggi merupakan implikasi dari geodinamika yang terjadi. Maka diperlukan penelitian untuk menentukan pola deformasi yang terjadi diwilayahLampung. Penelitian ini bertujuan menghitung besar pergeseran, kecepatan pergeseran dan arah pergeseran serta regangan arah horizontal. Data yang digunakan hasil pengamatan GPS di 9 titik CORS yang berada diwilayah Lampung, yaitu CBJY, CMEN, CTCN, CSBK, CWJP, CPRI, CKMN, CKRI, CLGI dan data pengamatan GPS titik ULP2 yang berada di Universitas Lampung. Titik ikat yang digunakan sebanyak 14 stasiun IGS yaitu, BAKO, COCO, CUSV, DARW, DGAR, NTUS, HYDE, IISC, KARR, KAT1, LHAZ, POHN, XMIS, YAR3.

Pengolahan dilakukan menggunakan software GAMIT/GLOBK 10.7. Hasil penelitian ini yaitu, pergeseran dengan rentang 0.20 – 29.78 mm untuk sumbu easting, -0.6 – -30.56 mm untuk sumbu northing dan 1.2 – 47.86 mm/tahun untuk perubahan ketinggian. Kecepatan pergeseran horizontal sebesar 7.237 – 18.104 mm/tahun yang didominasi bergerak mengarah ke Barat Daya,  serta regangan yang terjadi didominasi pola kompresi dengan nilai 0.0098  s.d -0.8251 µstrain/tahun.

 

Kata Kunci : Deformasi, GPS, Lampung, Pergeseran, Regangan

 


References


Abidin, H.Z., Geodesi Satelit. Jakarta : PT. Pradyna Paramitha.

Andriyani, G., Kahar, S., Awaluddin, M., & Meilano, I. (2012). Kajian Regangan Selat Bali Berdasarkan Data GNSS Kontinu Tahun 2009-2011. Jurnal Geodesi Undip, 1(1).

Herring, T. A., King, R. W., & McClusky, S. C. (2010). Introduction to Gamit/Globk. Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, Massachusetts.

Inacors. 2020. Website. inacors.big.co.id Diakses pada Senin, 17 Februari 2020 12:22:23.

Irsyam, M., Sengara I.W., Adiamar, F., Widiyantoro, S., Triyoso, W.,Natawidjaja, D.H., Kertapati, E., Meilano, I., Suhardjono, Asrurifak, M.,dan Ridwan, M., 2010. Ringkasan Hasil Studi Tim Revisi Peta Gempa Indonesia. Bandung.

Panuntun, H. (2012). Penentuan Posisi Anjungan Minyak Lepas Pantai dengan Titik Ikat GPS Regional dan Global (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Saputra, R., Awaluddin, M., & Amarrohman, F. J. (2015). Perhitungan Velocity Rate Cors GNSS Di Wilayah Pantai Utara Jawa Tengah. Jurnal Geodesi UNDIP, 4(4), 231-239.

Sieh, K., & Natawidjaja, D. (2000). Neotectonics of the Sumatran fault, Indonesia. Journal of Geophysical Research:Solid Earth, 105(B12), 28295-28326.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung