KAJIAN PENGARUH PANJANG BASELINE TERHADAP PENGOLAHAN DATA GPS METODE STATIC RADIAL MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK NET DIFF

M Alfin Jurin, Romi Fadly, Eko Rahmadi

Abstract


Panjang baseline dan perangkat lunak adalah dua faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengolahan data GPS. Panjang baseline dapat mempengaruhi ketelitian posisi yang dihasilkan. Faktor yang lainnya adalah perangkat lunak, Net Diff adalah perangkat lunak yang belum banyak digunakan oleh praktisi terkait untuk pengolahan data GPS. Oleh karena itu dilakukan kajian terkait faktor-faktor tersebut.

Metode pengamatan menggunakan metode static radial, sedanglan pengolahan data secara post processing. Data diambil dengan 6 jam pengamatan, dan panjang baseline berbeda-beda, yaitu ±2 km, ±5 km, ±10 km, ±20 km, ±50 km dari base station. Kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan perangkat lunak Net Diff, hasilnya akan di analisis menggunakan hasil dari pengolahan menggunakan GAMIT.Hasil dari penelitian pengolahan data GPS menggunakan perangkat lunak Net Diff, adalah selisih panjang baseline Net Diff terhadap GAMIT paling kecil dengan nilai 0.013 m terjadi di baseline pendek, yaitu titik HJMN, dengan panjang baseline 1595.35 m.

Ketelitian koordinat Net Diff terhadap GAMIT paling kecil terjadi di baseline pendek, yaitu titik HJMN dengan nilai parameter X -0.003, dan parameter Z 0.003 m. Kemudian titik PKOR dengan nilai parameter X 0.002 m. Pada penelitian ini, panjang baseline sampai dengan ±50 km, masih memberikan hasil yang baik. Dibuktikan oleh hasil uji t, dengan tingkat kepercayaan 95%.

Kata kunci : gamit, net diff, panjang baseline


References


Abidin, H. Z. 2001. Geodesi Satelit. Pradnya Paramita. Jakarta.

Abidin, H. Z. 2007. Penentuan posisi dengan GPS dan aplikasinya. PT Pradnya Paramita. Jakarta.

Abidin, H.Z., A. Jones, J. Kahar 2011. Survei Dengan GPS. Penerbit ITB, Bandung. ISBN 978-602-9056-01-3. 261pp.

Estey, L., & Wier, S. 2014. Teqc Tutorial: basics of Teqc use and Teqc products. UNAVCO Inc.: Colorado, CO, USA.

Estey, L. H., & Meertens, C. M. 1999. TEQC: the multi-purpose toolkit for GPS/GLONASS data. GPS solutions, 3(1), 42-49.

Hafiz, E. G., Awaluddin, M., & Yuwono, B. D. 2014. Analisis pengaruh panjang baseline terhadap ketelitian pengukuran situasi dengan menggunakan GNSS metode RTK-NTRIP (studi kasus: Semarang, Kab. Kendal dan Boyolali). Jurnal Geodesi Undip, 3(1).

Herring, T. A., King, R. W., & McClusky, S. C. 2006. GAMIT. Reference Manual. GPS Analysis at MIT. Release, 10, 1-182.

Herring, T. A., King, R. W., & McClusky, S. C. (2010). Introduction to gamit/globk. Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, Massachusetts.

Ikbal, M. C., Yuwono, B. D., dan Amarrohman, F. J. 2017. Analisis strategi pengolahan baseline GPS berdasarkan jumlah titik ikat dan variasi waktu pengamatan. Jurnal Geodesi Undip 6(1), 228-237.

Lestari, D. 2006. GPS Study resolving the stability of Borobudur Temple Site. Thesis School of Surveying and Spatial Information System. Universty of New South Wales.

Putera, D. H. 2019. Kajian pengaruh panjang baseline pada pengukuran GNSS metode single RTK (realtime kinematic) untuk penentuan titik referensi tambahan dalam demarkasi batas desa. Diss. ITN Malang.

Rahadi, M. E., Awaluddin, M., dan Sabri, L. M. 2013. Analisis ketelitian pengukuran baseline panjang GNSS dengan menggunakan perangkat lunak gamit 10.4 dan topcon tools V. 7.Jurnal Geodesi Undip, 2(4).

Widjajanti, N. 2010. Deformation analysis of offshore platform using GPS techique and its application in structural integrity assessment. Ph.D. Disertasi. Malaysia: Universitas Teknologi PETRONAS.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung