ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN SECARA TIME SERIES MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA BANDAR LAMPUNG

  • Fabil Al Barru Romadhon Mu’an
    Universitas Lampung
  • Romi Fadly
    Universitas Lampung
  • Citra Dewi
    Universitas Lampung
Abstract Views (Last 12 Months)
13 Abstract Views
6 Downloads

Abstract

Bandar Lampung merupakan kota yang sering kali mengalami bencana banjir, seiring dengan berjalannya waktu meningkatnya jumlah penduduk menjadi pengaruh aktifitas masyarakat dalam kehidupan sosial. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal dan bila terus terjadi akan berdampak pada dearah resapan air atau lahan terbuka hijau yang semakin sedikit akibat adanya pengalihan penggunaan lahan, sehingga meningkatkan tingkat resiko bencana di Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan menganalaisis kerawanan banjir terhdapa perubahan tutupan lahan beserta luasan areanya di Kota Bandar Lamoung. Data yang digunakan terdapat 5 variabel dalam penetuan kerawanan banjir antara lain, data citra satelit 2 tahun 2021 hingga tahun 2025, data DEMNAS, data curah hujan dan data jenis tanah. Pengolahan data analisis perubahan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing support vector machine (SVM) dan metode  pengolahan curah hujan menggunakan metode inverse distance weight (IDW), kemudian dilakukan scoring dan pembobotan pada seluruh variabel yang kemudian di overlay untuk meganiliss kerwanan banjir di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian ini diperoleh korelasi antara perubhan tutupan lahan dari tahun 2021 hingga 2025 yang menunjukan adanya tren perubahan yang terus meningkat, hal tersebut sejalan dengan luas kelas kerawanan banjir pada kelas tinggi atau snagat rawan yang semkain meluas.  Vegetasi menurun sebnyaak 2045 Ha, lahan terbuka meningkat sebnayak 838 Ha dan lahan terbangun meningkat sebnayak 1207 Ha. Mengakibatkan dampak luasan kerawanan banjir yang semakin meningkat di Kota Bandar Lampung dengan kelas kerawanan sangat rawan seluas 7764,45 Ha  (43%).

 

Kata kunci: Kota Bandar Lampung, Kerawanan Banjir, Support Vector Machine, Inverse Distance Weight, Overlay.

 

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2007. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta.

Kodoatie, Robert J., Suharyanto., Sangkawati,Sri., dan Edhisono, Sutarto. 2002. Pengelolaan Sumber Daya Air dalam Otonomi Daerah. Yogyakarta: CV Andi.

Tamburaka, E. 2021. ANALISIS spasial titik dan jalur evakuasi dalam mitigasi pengurangan risiko bencana banjir di kecamatan mandonga kota kendari. Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 13(2), 16-23.

Irsan, L. M., Hasanah, N., Musyawarah, R., Garusu, E. H., dan Aldiansyah, S. 2024. Analisis transformasi lahan menggunakan citra satelit landsat multi temporal. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 9(1), 34-43.

Kusumo, P., dan Nursari, E. 2016. Zonasi tingkat kerawanan banjir dengan sistem informasi geografis pada DAS Cidurian Kab. Serang, Banten. STRING (Satuan Tulisan Riset dan Inovasi Teknologi), 1(1). https://doi.org/10.30998/string.v1i1.9

Kurniawan, A., & Suryadi, I. 2020. Analisis Tingkat Kerawanan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis dengan Metode Weighted Overlay di Kota Semarang. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 22(1), 45-56.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2012. Peraturan Kepala (Perka) BNPB Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Jakarta: BNPB.

Fajarini, R., Barus, B., dan Panuju, D. R. 2015. Dinamika perubahan penggunaan lahan dan prediksinya untuk tahun 2025 serta keterkaitannya dengan perencanaan tata ruang 2005- 2025 di Kabupaten Bogor. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 17(1), 8-15.

Darmawan, K., Hani’ah, H. A., dan Suprayogi, A. 2017. Analisis tingkat kerawanan banjir di kabupaten sampang menggunakan metode overlay dengan scoring berbasis sistem informasi geografis. Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 31-40.

Susilowati, S., dan Sadad, I. 2015. Analisa karakteristik curah hujan di Kota Bandar Lampung. Konstruksia, 7(1)

Matondang, J. P., Kahar, S., dan Sasmito, B. 2013. Analisis zonasi daerah rentan banjir dengan pemanfaatan sistem informasi geografis (Studi kasus: Kota Kendal dan Sekitarnya). Jurnal Geodesi Undip, 2(2).

Jusfarida, J. 2021. Analisis Zona Rawan Banjir Berbasis Pemetaan Geologi Pada Wilayah DAS Rejoso dan Sekitarnya di Kabupaten Pasuruan. In Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan. 9(1), 515-521.

Bolton, D. K. 2020. Continental-scale land surface phenology from harmonized Landsat 8 and Sentinel-2 imagery, Remote Sensing of Environment. Elsevier Inc., 240.

Rafsanjani, M. R. 2016. Estimasi Sumberdaya Bijih Nikel Laterit Dengan Menggunakan Metode IDW Di Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Geomine, 4(1).

Suhardiman, 2012. Zonasi Tingkat Kerawanan Banjir dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Sub DAS Walanae Hilir. Universitas Hasanuddin Makassar.

Primayuda, A. 2006. Pemetaan Daerah Rawan dan Resiko Banjir Menggunakan Sistem Informasi Geografis : studi kasus Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Skripsi Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Mahyunis, R. V., Sayuti, S. F., Hermastuti, G. A., Baladiah, D. S. P., & Rahmayani, I. 2021. Pemetaan daerah potensi rawan banjir dengan sistem informasi geografi metode weighted overlay di kelurahan keteguhan. Buguh: jurnal pengabdian kepada masyarakat, 1(3).

Wibowo, M. 2006. Model Penetuan Kawasan Resapan Air untuk Perencanaan Tata Ruang Berwawasan Lingkungan. Jurnal Hidrosfir Indonesia, 1(1).

Theml, S. 2008. Katalog Methodologi Penyusunan Peta Geo Hazard dengan GIS. Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias. Banda Aceh

Cover
Published
2026-06-30
How to Cite
Fabil Al Barru Romadhon Mu’an, Romi Fadly, & Citra Dewi. (2026). ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN SECARA TIME SERIES MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA BANDAR LAMPUNG. Datum: Journal of Geodesy and Geomatics, 6(1), 57–68. Retrieved from https://journal.eng.unila.ac.id/index.php/jgg/article/view/10321