PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK CENGKEH (CLOVES OIL) SEBAGAI BIOADITIF BAHAN BAKAR TERHADAP AKSELERASI SEPEDA MOTOR BENSIN 4-LANGKAH

  • Sutrisno
    Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Herry Wardono
    Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Ahmad Yudi Eka Risano
    Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
Keywords Minyak cengkeh, Minyak atsiri, Aditif bensin, Motor bensin 4-Langkah
Abstract Views (Last 12 Months)
1 Abstract Views
1 Downloads

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak pada saat ini, sudah menjadi kebutuhan pokok oleh warga negara Indonesia untuk menjalankan kehidupan ekonomi. Kebutuhan akan bahan bakar minyak disebabkan oleh terjadinya peningkatan penggunaan kendaraan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan minyak cengkeh sebagai bahan bioaditif bahan bakar. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa variasi pengujian diantaranya adalah pengujian akselerasi dilakukan dengan road test 0-70 km/jam dan 40-70 km menggunakan minyak cengkeh dan tanpa minyak cengkeh. Minyak cengkeh yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa variasi volume bahan bakar aditif (1 %, 2 %, 3 %, dan 4 %). Minyak cengkeh dicampur ke bahan bakar bensin dengan perbandingan 1 : 99 untuk persentase minyak cengkeh 1 % dimana 10 ml minyak cengkeh dicampurkan dengan 990 ml bahan bakar bensin.  Campuran bensin-aditif tersebut dimasukkan ke dalam tangki bensin buatan 250 ml pada bagian depan kendaraan uji sepeda motor Yamaha Vega ZR 115 cc. Setelah dilakukan percobaan, didapat hasil bahwa penggunaan minyak cengkeh dapat meningkatkan akselerasi kendaraan. Dalam penelitian ini, terbukti minyak cengkeh mampu meningkatan akselerasi sebesar 9,96% pada pengujian aksekerasi dari keadaan diam 0-70 km/jam dan sebesar 23,44% pada pengujian aksekerasi dari keadaan berjalan 40-70 km/jam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agusta, A. 2000. Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Choi, C.H., Reitz, R.Y. 1999.”An Experimental Study on The Effects of Oxygenated Fuel Blends and Multiple Injection Strategies on Diesel Engine Emission”.Journal of Fuel. (78),1303-1317

Ma’mun, dkk. 2011. Minyak Atsiri sebagai Bio Additif Untuk Penghematan Bahan Bakar Minyak.BPTRO. Jakarta.

Kadarohman, Asep. 2003. Eksplorasi Minyak Atsiri Sebagai Bioaditif Bahan Bakar Solar. Bandung: UPI Bandung.

Sastrohamidjojo, H. 2004. Kimia Minyak Atsiri. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Song, J. 2001. Effect of Oxygenated Fuel on Combustion and Emissions in a Light-Duty Turbo Diesel Engine. The Pennsylvania State University, University Park, Pennsylvania 16802.

Tempo. 2014. Angkutan Umum Minim Sepeda Motor Menggila. http://www.tempo.co/read/news/2014/05/27/090580666/.Akses 11 Oktober 2014.

Wardono, H. 2004. Modul Pembelajaran Motor Bakar 4-Langkah. Jurusan Teknik Mesin – Fakultas Teknik Universitas Lampung. Bandar Lampung.

D. G. C. Alfian, R. A. Prahmana, D. J. Silitonga, A. Muhyi, dan D. Supriyadi, “Uji Performa Gasoline Engine menggunakan bioaditif cengkeh dengan bensin berkadar oktan 90,” Journal of Science and Applicative Technology, vol. 4, no. 1, pp. 49–55, 2020, doi: 10.35472/jsat.v4i1.243.

A. W. Pratama dan A. Aziz, “Analisis Pengaruh Campuran Bahan Bakar Pertalite dengan Bioaditif Minyak Cengkeh terhadap Emisi Gas Buang dan Konsumsi Bahan Bakar Motor 4 Langkah,” Journal Mechanical and Manufacture Technology (JMMT), vol. 2, no. 2, 2020, doi: 10.35891/jmmt.v2i2.2703.

M. Paloboran, T. A. Pangruruk, M. Lamada, Zulhajji, H. H. Latang, dan S. Widodo, “Performance Evaluation of a Spark Ignition Engine Using Gasoline and Essential Oil Fuel Blend,” Acta IMEKO, vol. 13, no. 1, 2024, doi: 10.21014/actaimeko.v13i1.1687.

Cover
Published
2026-06-16
How to Cite
Sutrisno, Wardono, H., & Risano, A. Y. E. (2026). PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK CENGKEH (CLOVES OIL) SEBAGAI BIOADITIF BAHAN BAKAR TERHADAP AKSELERASI SEPEDA MOTOR BENSIN 4-LANGKAH. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA, 4(1), 21–26. Retrieved from https://journal.eng.unila.ac.id/index.php/fema/article/view/9998