PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT EPOXY BERPENGUAT SERAT IJUK (ARENGA PINNATA MERR)

  • Ridho Qodratullah
    Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Shirley Savetlana
    Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
Keywords Komposit, Resin epoxy, Serat ijuk, NaOH 5%, pabrik semen
Abstract Views (Last 12 Months)
2 Abstract Views
2 Downloads

Abstract

Perkembangan industri komposit di Indonesia dengan mencari bahan komposit alternatif yang lain harus ditingkatkan, guna menunjang permintaan komposit di Indonesia yang semakin besar. Selama ini perkembangan komposit di Indonesia masih menggunakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui kembali yang berasal dari galian bumi. Untuk itu perlu dikembangkan bahan baku material penguat komposit yang ramah lingkungan, seperti serat alam.

Saat ini banyak penelitian tentang komposit yang menggunakan serat alam sebagai bahan pengisinya, salah satunya adalah komposit berpenguat serat ijuk karena harganya relatif lebih murah dibandingkan serat sintetis. Serat ijuk diberikan perlakuan NaOH 5% selama 2 jam. Kemudian dipotong menjadi tiga variasi, yaitu 10 mm, 20 mm dan 30 mm kemudian ketiga variasi disusun secara random pada cetakan dan dicampur dengan resin epoxy menggunakan mesin vacuum hingga cetakkan penuh. Spesimen yang telah mengeras, dibentuk sesuai dengan ASTM D790-03 kemudian spesimen siap untuk diuji bending.

Dari hasil pengujian dan analisa, didapatkan bahwa nilai kekuatan bending komposit panjang serat 30 mm  sebesar 67.740 MPa  lebih tinggi dibandingkan dengan serat 20 mm sebesar 51.656 MPa dan  serat 10 mm sebesar 40.019 MPa. Sehingga diketahui bahwa semakin panjang serat maka semakin tinggi kekuatan bendingnya hal ini dikarenakan panjang kritis serat yang masih mampu menahan perpatahan. Hasil pengamatan perpatahan menggunakan SEM menunjukkan bahwa semakin panjang serat, maka semakin sedikit permukaan patahan yang mengalami fiber pull-out. Hasil kekuatan bending yang didapat belum optimum dikarenakan masih adanya void yang terdapat pada spesimen.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Widodo, Basuki. 2008. Analisa Sifat Mekanik Komposit Epoksi Dengan Penguat Serat Pohon Aren (Ijuk) Model Lamina Berorientasi Sudut Acak (Random). Jurusan Teknik Mesin ITN Malang : Malang.

Christiani, Evi. 2008. Karakterisasi Ijuk Pada Papan Komposit Ijuk Serat Pendek Sebagai Perisai Radiasi Neutron. Universitas Sumatera Utara: Sumatera Utara.

Oroh, Jonathan. 2013. Analisis Sifat Mekanik Material Komposit Dari Sabut Kelapa. Universitas Sam Ratulangi: Manado.

Nurudin, Arif. 2011. Karakterisasi Kekuatan Mekanik Komposit Berpenguat Serat Kulit Waru (Hibiscus Tiliaceus) Kontinyu Laminat Dengan Perlakuan Alkali Bermatriks Polyester. Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Cirebon: Cirebon.

Sudarsono. 2012. Kajian Sifat Mekanik Komposit Propeler Kincir Angin Standard Naca 4415 Modifikasi. Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta: Yogyakarta.

Nasmi H. S. 2011. Ketahanan Bending Komposit Hybrid Serat Batang Kelapa/Serat Gelas Dengan Matrik Urea Formaldehyde. Fakultas Teknik Universitas Mataram: Mataram.

Widiartha, I Gede. 2012. Study Kekuatan Bending Dan Struktur Mikro Komposit Polyethylene Yang Diperkuat Oleh Hybrid Serat Sisal Dan Karung Goni. Jurusan Teknik Mesin Universitas Mataram: Mataram.

Munandar, Imam. 2013. Kekuatan Tarik Serat Ijuk (Arenga Pinnata Merr). Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lampung: Bandar Lampung.

Savetlana, Shirley dkk. 2013. Charpy Impact Property of Sugar Palm Fibre Reinforced Epoxy Composit. SNTTM XII. Universitas Lampung : Bandar Lampung.

Cover
Published
2026-06-16
How to Cite
Qodratullah, R., & Savetlana, S. . (2026). PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT EPOXY BERPENGUAT SERAT IJUK (ARENGA PINNATA MERR). Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA, 4(1), 27–32. Retrieved from https://journal.eng.unila.ac.id/index.php/fema/article/view/10000