PENDEFINISIAN KOORDINAT ULP2 TERHADAP ITRF 2014 MENGGUNAKAN KOMBINASI SATELIT GPS DAN GLONASS

Muhammad Bimo Bimantara, Romi Fadly, Eko Rahmadi

Abstract


Sistem satelit navigasi dalam perkembangannya saat ini tergabung dalam satu sistem, yaitu sistem GNNS. Sistem GNSS ini terdiri dari beberapa sistem satelit, yaitu GPS, Glonass, Galileo, Compass/Beidou, IRNSS, dan QZSS. Dengan semakin banyaknya sistem satelit GNSS yang beroperasi, maka jumlah satelit yang teramati akan lebih banyak, sehingga geometri satelit akan menjadi lebih baik dan lebih kuat, dan ketelitian serta parameter yang akan diestimasi juga akan semakin baik. Universitas Lampung memiliki satu titik ikat yaitu ULP1 akan tetapi kondisi lingkungan yang berada disekitar titik dapat menyebabkan menurunnya kualitas data yang didapatkan menggunakan pengamatan GNSS, sehingga perlu dilakukan pendefinisian koordinat definitif titik baru bernama titik ULP2 menggunakan sistem satelit GPS, GLONASS, dan kombinasinya.Penelitian ini berfokus pada pendefinisian titik ULP2 serta perbandingan ketelitian koordinat yang dihasilkan dari sistem satelit GPS, GLONASS, dan kombinasinya. Data yang digunakan dalam penelitian  ini meliputi data pengamatan GNSS doy 303 dan 304, serta data pendukung seperti: data pengamatan titik ikat,
data final orbit, dan data broadcast ephemeris. Pengolahan menggunakan perangkat ilmiah GAMIT. Penelitian ini menghasilkan nilai koordinat definitif titik ULP2 yaitu -1669327,66710 (X), 6127212,68640 (Y), - 592068,03845 (Z), koordinat geodetik ialah -5,3620393069⸰ (lintang), 105,2400573554⸰(bujur) dan 130,56824 meter (tinggi elipsoid) dan untuk koordinat UTM zona 48S ialah 526596,3370 meter (Timur) dan 9407310,9970 meter (Utara). Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, nilai koordinat yang dihasilkan dari sistem satelit GLONASS secara statistik tidak memiliki perbedaaan dengan nilai koordinat yang dihasilkan dari sistem satelit GNSS ataupun sistem satelit GPS.


Kata Kunci: GNSS, definitif, ULP2, GAMIT



References


Hartawan R, Sarjono A. Karakteristik Fisik dan Produksi Kelapa Dalam

(Cocos Nucifera L) di Berbagai Ekologi Lahan. J Media Pertan. 2016;1(2):45–54.

Marzukhi F, Noor S, Sauti S. Application of Remote Sensing In The Investigation of Maturity Age Of Palm Oil Trees In Pasir Puteh , Kelantan.J

Intelek. 2018;13(1):44–57.

Mahabir R, Croitoru A, Crooks AT, Id AS. A critical review of high and very

high-resolution remote sensingapproaches for detecting and mapping

slums : trends, challenges and emerging opportunities. urban Sci. 2018;2(8).

Maulana MM, Awaluddin M, Janu F.Jurnal Geodesi Undip Oktober 2017. J Geod Undip. 2017;6(4):342–50

Ismail A, Rachmadi M, Bana N. Eksplorasi jenis-jenis pisang plantain

lokal asal desa Sukaharja dan desa Sukamulih Tasikmalaya, Jawa barat sebagai sumber bibit unggul. J Apl Ipteks untuk Masy. 2014;3(2):92–7.

Trenberth KE, Hurrell JW, Stepaniak DP. The Asian monsoon: Global

perspectives. In: Wang B, editor. The Asian Monsoon. 1st ed. Berlin:

Springer, Berlin, Heidelberg; 2006. p. 67–87.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung