PENDEKATAN INVERSI 1D UNTUK MENGURANGI EFEK GALVANIC PADA MODEL 2D MAGNETOTELLURIK DAERAH PANASBUMI DANAU RANAU

Muhammad Gunadi Arif Wibowo

Abstract


Metode magnetotelurik  adalah metode sounding elektromagnetik  untuk mengetahui struktur  tahanan jenis bawah permukaan dengan cara melakukan pengukuran pasif komponen medan listrik dan medan magnet alam  yang berubah terhadap waktu. Data MT tidak begitu  stabil  pada lapisan dangkal karena perbedaan topografi yang  mencolok yang disebut juga efek  galvanik  (distorsi galvanic). Untuk mengatasi data yang mengalami  shift tersebut dilakukanlah koreksi statik dengan menggunakan data TDEM. Dari informasi yang penulis dapat dari pihak Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG), pada saat melakukan pengukuran di daerah Danau Ranau tidak menggunakan TDEM. Sehingga untuk menginterpretasikan titik-titik tersebut agar pemodelan sesuai dengan karakteristik sistem panasbumi yang diinginkan, maka penulis menggunakan pendekatan  hasil inversi 1D untuk
menghilangkan efek  galvanik.  Daerah  impermeable (Claycap)  ditunjukkan oleh lapisan dengan nilai resistivitas ≤ 10 Ohm.m dengan ketebalan 700-1000 meter.
 
Kata kunci : Magnetotellurik, Efek galvanik, Inversi 1D, Resistivitas, Clay Cap

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jge.v1i02.211

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)

Publisher

University of Lampung
Website: http://journal.eng.unila.ac.id/index.php/geo
Email: jge.tgu@eng.unila.ac.id
 
 
Copyright (c) JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi)
ISSN 2356-1599 (Print); ISSN 2685-6182 (Online)