Aplikasi Udara Dingin Vortex Tubepada Pembubutan Baja ST 41 Menggunakan Pahat HSS

Henddy Purnomo, Gusri Akhyar Ibrahim, Ahmad Yahya TP

Abstract


Pahat merupakan komponen utama dalam proses pemesinan selain mesin bubut dan benda kerja. Umur pahat merupakan suatu data pemesinan yang sangat penting dalam perencanaan pemesinan. Vortextube merupakan alat yang dapat memisahkan aliran udara yang bertekanan menjadi udara panas dan dingin. Dalam penelitian ini pengaruh kecepatan potong, gerak makan, dan kedalaman potong terhadap keausan pahat yang digunakan akan diteliti. Metode Taguchi digunakan menganalisa faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap keausan. Pada penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif (grafik) dan kuantitatif (statistic) dengan metode analisa varian (ANOVA).
Dalam penelitian ini, proses pembubutan menggunakan pahat HSS dan material benda kerja baja ST 41. Dalam proses pengujian, gerak makan (f) yang digunakan adalah 0,09 mm/rev, 0,12 mm/rev,0,18 mm/rev, sedangkan kecepatan potong (v) yang digunakan adalah 58,72 mm/min, 86,35 m/min, 113,25 m/min dan untuk kedalaman potong (a) 1,0 mm, 1,5 mm, 2,0 mm. Udara  dingin vortextube yang sudah ada dilakukan pada penelitian sebelumnya yaitu suhu 15º dan tekanan udara 5 bar/psi. Dari analisa varian  yang dilakukan, kecepatan potong memiliki pengaruh signifikan terhadap keausan pahat. Kondisi parameter pemesinan yang optimal diperoleh pada kecepatan potong (v): 58,72, gerak makan (f) 0,09 mm/rev dan kedalaman potong (a) : 1,0 mm dengan umur pahat mencapai 139 menit. Laju keausan tepi pahat semakin meningkat dengan bertambahnya kecepatan potong. Dari analisa  S/N ratio  diperoleh parameter pemesinan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keausan pahat adalah  kecepatan potong  dengan nilai kontribusi  = 0,024  karena tidak melebihi > 0,05.
Kata Kunci : keausan pahat, Metode Taguchi, baja ST 41, pahat HSS, kecepatan potong

Full Text:

PDF